Sekolah peradaban

·

·

Tujuan dasar dari sebuah pendidikan adalah merubah manusia. Sebagaimana Allah memuliakan Adam dengan ilmu, maka anak keturunannya pun harus melakukan hal yg sama.

Bukankah ilmu yang di karuniakan kepada nabi Adam A.s ditiupkan berbarengan dengan ruhnya. Ilmu yang kompatibel antara akal, qalbu dan ruh. Akal menyimpan informasi dan qalbu menyeleraskan informasi itu dengan ruh. Tindakan kemudian lahir dari ruh yg suci bukan nafsu angkara.

Lihatlah ayah kita Adam a.s. Setelah kenyang dalam lautan ilmu, dia tidak menunjuk dada. Hanya menjawab ketika diperintah. Fitrah manusia itu sholih dan humble.

Thoriqotu taghyir itu harus selaras dengan fitrah manusia. fitrah yg suci dan robbani. Bukankah iqra’ yg tidak dibarengi dengan bimbingan Rob hanya akan melahirkan thugyan? Ketika cara pembacaan atas suatu peristiwa itu salah, maka innal Insana la yathgho. Ilmu itu akan menjadikanya sesat hingga melampaui batas.

Betapa banyak manusia yg di gelari pintar malah menjadi sumber petaka kerusakan semesta. Ruhnya terbelenggu dan kepintarannya ditumpangi oleh nafsu.

Menyiapkan baiah yg dipenuhi oleh keridhoan Allah adalah hal pertama yg harus dilakukan. Niat yang tulus. Tempat yg penuh barokah. Guru guru yang penuh keberkahhan ilmu.

Jail Jadid harus dilahirkan jauh dari pengaruh dunia. Menyepi sejenak guna menghidupkan Ruh. Sebagaimana Yusa’ bin Nun menyiapkan generasi muda jauh dari lingkungan Bani Israil yg sesat, maka pesantren adalah tempat yg tepat untuk menyiapkan sebuah peradaban.

Santri santri bimbingan Yusa’ bin Nun lah yg akhirnya berhasil menyelamatkan peradaban Bani Israil dari lembah Tiih. Melahirkan kejayaan bersama Dawud a.s dan Sulaiman a.s. Semoga santri santri alumni sekolah peradaban ini bisa mengeluarkan kita dari Tiih yg sama. Peradaban baru yang dipenuhi dengan keberkahan. (Wallohu a’lam bishowab)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tanya Panitia